PROSCENIUM
Karya: Kurnia Effendi
: Nungky Kusumastuti
Mimpi itu berakhir. gugur di luar panggung Ketika selendang
dilipat dan kembali disimpan Rias yang leleh bersama peluh, membercak di jari
kaki Musik pun berhenti. Terusir dari ruangan Lampu-lampu seperti bintang yang
letih menjelang pagi Kini terasa, kenyataan menambah perih luka Jam yang
takluk, detiknya runtuh Saatnya bergabung dengan yang lain: yang menertawakan,
yang mengulurkan tangan, yang lewat saja Penonton dengan sisa tepuk tangan,
mulai beranjak pergi Mengingat sedikit yang terjadi di sini Atau langsung
melupakan karena waktu terus mendesak Mereka pun sebenarnya orang-orang kalah
Mimpi itu berakhir: serupa dengan layar yang ditutup Warna suram, sekali lagi,
menguasai ruang Menguasai hati. Menguasai petak-petak sunyi peristiwa Ada
keinginan bernyanyi, menghibur laki-laki yang sibuk menyapu di antara
kursi-kursi Dan tak sengaja menendang kaleng minuman Gema panjang suaranya
memanggil nyaring Tapi, rasa riang itu betul-betul sembunyi Adakah malam yang
lain lebih baik dari ini?
Sehingga sepasang kekasih sanggup mengenang dan saling
menuang cinta bertubi-tubi Adakah?