MENGENANG BANDUNG DARI JAUH
Karya: Kurnia Effendi
Jalan-jalan basah menuju puncak bukit, hutan kecil, rimbun
daun
Jalan-jalan rindang dengan pohon yang setia menjadi payung
Jalan-jalan yang teranyam rumit, gang-gang dengan rumah yang
rapat
Jalan-jalan yang seperti beku, garis-garis wajah kota yang
tak berubah
Jalan-jalan dengan lalu-lintas sibuk, warna-warni terhenti,
bergeser lambat
Jalan-jalan yang hangat oleh kafe, aroma kopi-krim, suara
kenes mojang Priangan
Jalan-jalan yang sendu dan larut di bawah embun malam, sinar
lampu yang temaram
Jalan-jalan dengan lintasan cepat, waktu dan peristiwa
tumpang-tindih
Jalan-jalan gembur, ladang subur penuh tanaman sayur
Jalan-jalan berhias gelak tawa anak muda, aroma keringat
mahasiswa
Jalan-jalan dalam denyut rahasia, malam dengan musik fusion,
ciuman berkelebat
Jalan-jalan menukik sunyi pada tebaran kabut, samar uap
jagung rebus
Jalan-jalan berserak warna bunga: ucapan selamat dan warna
perak kematian
Jalan-jalan tak tentu arah, memisah dari mata angin
Jalan-jalan saling bersilang, menembus hatimu, menderu suara
di hatiku, terseret
gelombang waktu, kini membayang dalam genangan airmata
Ketika semua menjadi jauh
Seperti sebuah jarak
Jakarta, 5 November 1999