JANJI
Karyal: Kurnia Effendi
Suatu hari saya akan datang padamu dengan raut muka ramping
berucap lembut dan tatapan lunak Sebelum berubah pikiran. Tentu Kami tak akan
bicara banyak setelah letih berdiri dalam antrian panjang untuk mendapatkan
seliter beras dan minyak. Tak akan! Bahkan hendak berhemat kata, karena suara
serak, sehabis teriak di depan kantor tenaga kerja. Kami tiba-tiba tidak
mengerti mengenai tata-krama menyampaikan aspirasi. Kami mendadak pandai
mencaci-maki. Tapi dengarlah tangis bayi kami, ketika susu seolah menghilang
dari muka bumi.
Namun kami cukup tenteram, karena para pemimpin masih
memberi senyum setiap tampil di televisi. Sehingga kami ramai-ramai menyumbang
emas keringat-airmata-darahkami. Dan wajib saling bahu-membahu untuk mengenal
betul siapa lawan sesungguhnya.Ya. Tak seharusnya kami kehilangan akal.
Suatu hari saya akan datang padamu dengan gairah yang
meletup-letup: bagai ribuan sirip api dan riuh bunyi gemerincing: mirip rantai
pada kedua kaki
1998